OJK Rilis Data Mei 2026: Kredit UMKM dan KUR di Lampung Terus Tumbuh Positif

BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data infografis terbaru mengenai perkembangan kinerja perbankan, penyaluran kredit UMKM, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) hingga periode Mei 2026. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, khususnya pada sektor usaha mikro dan kecil. Hal tersebut dirilis OJK saat melakukan media update semester 1 di hotel Azka , Jum’at (10/7/2026).

Berikut adalah rincian capaian kinerja keuangan berdasarkan sektor usaha dan wilayah:

Kinerja Perbankan Wilayah Lampung

  • Penyaluran Kredit: Mencapai Rp114,57 Triliun atau tumbuh sebesar 5,30% secara year-on-year (yoy).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Terkumpul sebesar Rp70,20 Triliun, tumbuh tipis 0,77% (yoy).
  • Kualitas Kredit: Rasio NPL gross berada di angka 2,73% dan NPL net sebesar 1,31%.

Sektor Kredit UMKM Mendominasi

  • Penyaluran Kredit UMKM Lampung: Mencapai Rp35,24 Triliun, tumbuh Rp1,02 Triliun atau sebesar 3% (yoy).
  • Jumlah Rekening: Tercatat sebanyak 646.789 rekening UMKM aktif di Lampung.
  • Kontribusi Wilayah: Kredit UMKM Lampung menyumbang 27,10% dari total kredit UMKM di wilayah Sumbagsel, serta berkontribusi sebesar 2,20% terhadap skala nasional.

Tren Penyaluran KUR yang Fluktuatif namun Kuat

  • Data Debitur: Jumlah debitur KUR pada Mei 2026 tercatat sebanyak 73.787 debitur dengan nilai penyaluran mencapai Rp4,35 Triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,15% (yoy) jika dibandingkan dengan periode Mei tahun sebelumnya.
  • Konsentrasi Wilayah: Penyaluran KUR tertinggi di Provinsi Lampung berpusat di tiga wilayah utama, yaitu Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Selatan.

Distribusi Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi

Total penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek di wilayah Lampung menyentuh angka Rp95,34 Triliun, dengan pembagian persentase sebagai berikut:

  • Perdagangan Besar dan Eceran: Memimpin dengan persentase 23,6% (Rp21,18 Triliun).
  • Bukan Lapangan Usaha Lainnya: Sebesar 19,4% (Rp18,52 Triliun).
  • Industri Pengolahan: Sebesar 18,44% (Rp17,57 Triliun).
  • Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: Sebesar 15,5% (Rp14,73 Triliun).

Secara keseluruhan, data OJK menegaskan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Lampung dan Sumbagsel terus bergerak produktif, didorong oleh sektor perdagangan dan pertanian yang menjadi basis ekonomi wilayah perdesaan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Share via
Copy link