BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Bank Lampung membukukan laba bersih Rp133,62 miliar hingga Juni 2026, tumbuh 22,85 persen secara tahunan atau dari Rp108,77 miliar. (24/7/2026).
Capaian tersebut menunjukkan kinerja bank yang dipimpin Indra Merviana sebagai direktur utama ini tumbuh solid dan berkualitas di tengah dinamika industri perbankan.
Kenaikan laba tidak lepas dari perbaikan struktur pendapatan bunga. Mengutip laporan keuangan publikasi Bank Lampung per Juni 2026 pada Kamis (23/7), pendapatan bunga meningkat 6,60 persen menjadi Rp528,04 miliar, sementara beban bunga susut 15,22 persen menjadi Rp161,95 miliar.
Kombinasi itu mencerminkan strategi funding yang makin efektif sehingga biaya dana dapat ditekan tanpa menghambat pertumbuhan bisnis.
Efisiensi itu kemudian mendorong pendapatan bunga bersih atau net interest income Bank Lampung melonjak 20,31 persen menjadi Rp366,09 miliar dari Rp304,30 miliar pada Juni 2025.
Sementara, NIM naik dari 6,29 persen menjadi 7,01 persen. NIM yang semakin tinggi menjadi sinyal bahwa bisnis inti penyaluran dana Bank Lampung berjalan semakin efisien dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih baik.
Di sisi biaya, beban operasional lainnya memang naik 19,04 persen menjadi Rp193,31 miliar sejalan dengan meningkatnya aktivitas usaha. Tapi, efisiensi bank ini tetap terjaga, terlihat dari rasio BOPO yang turun dari 76,17 persen menjadi 72,94 persen.
Penurunan BOPO menunjukkan kemampuan Bank Lampung mengendalikan biaya operasional semakin baik sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan laba.
Lebih jauh, fungsi intermediasi Bank Lampung juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,36 persen menjadi Rp8,93 triliun.
Pertumbuhan ditopang kenaikan dana murah atau CASA yang berasal dari giro dan tabungan sebesar 5,96 persen menjadi Rp4,54 triliun, menandakan basis pendanaan yang semakin kuat dan lebih efisien.
Dari sisi penyaluran dana, kredit meningkat 9,89 persen menjadi Rp7,91 triliun. Pertumbuhan kredit diikuti dengan perbaikan kualitas aset, tercermin dari NPL gross yang turun dari 3,04 persen menjadi 2,86 persen dan NPL Net yang membaik dari 1,65 persen menjadi 1,47 persen. (Din)
