BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Sempat di keluhkan karena membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) basi ke ibu hamil dan balita , SPPG Yayasan Alferdy Nusantara Barokah di protes warga. Rabu (22/4/2026).
Menanggapi hal tersebut ruangberita.co.id mencoba mengkonfirmasi ke pihak SPPG yayasan Alferdy Nusantara Barokah.
Dari informasi yang beredar ternyata yayasan Alferdy Nusantara Barokah yang baru satu bulan beroperasi tersebut tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ahli Gizi SPPG Yayasan Alferdy Nusantara Barokah, Rani, mengatakan bahwa SLHS masih dalam tahap pengurusan saat program mulai berjalan belum genap sebulan.
“Hari ini, SLHS keluar, sebelumnya on process,” ujarnya Selasa (21/4/2026).
Sementara itu korcam SPPG Sukaraja, M.Akbar Sanjaya menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan kompensasi ke warga yang beberapa waktu lalu mengeluhkan mendapat MBG basi.
“Tak semua MBG basi. Yang menerima MBG basi, SPPG Yayasan Alferdy Nusantara Barokah akan menambah satu MBG sehingga jadi dua MBG untuk warga yang sebelumnya menerima MBG basi,” paparnya.
Menurutnya MBG basi tersebut di wilayah warga 26 RT Posyandu 7 Garuntang yang beberapa wakilnya testimoni via video tentang basinya MBG.
“Tapi untuk lokasi lainnya aman,tidak ada yang basi,” paparnya.
Ia memaparkan disinyalir bahwa penyebab MBG basi tersebut adalah proses distribusi yang dikirim pada sore hari.
“Sebenarnya dalam proses distribusi terdapat perbedaan kondisi makanan. Sebagian yang masih layak dikirim lebih awal, sementara sisanya pada sore hari yang ternyata sudah tidak layak konsumsi,” pungkasnya.
“sebelum dikirim ke posyandu buat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP),”imbuhnya.
Ke depan, pihaknya berjanji akan memperketat pengawasan kualitas makanan, mulai dari rasa, suhu, hingga tekstur sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Diketahui, Program MBG yang seharusnya memberikan manfaat bagi kelompok rentan diberikan tanpa memperhatikan kualitas gizi. Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat SLHS merupakan indikator penting dalam menjamin kelayakan higiene dan sanitasi makanan, terlebih program MBG menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Terpisah, Camat Bumi Waras, Budi sangat menyayangkan dengan adanya hal seperti ini, selain belum kantongi SLHS , SPPG yayasan Alferdy Nusantara Barokah belum izin ke pihaknya.
” Saya sempet marah, dia tidak ada izin ke kami, jadi kami tidak mengetahui kalau ada dapur SPPG ini di wilayah kita. Tau-tau ada video viral MBG basi, kami langsung sidak dan disitu dia baru lapor,” paparnya.
