OJK Lampung Hadirkan Inovasi Keuangan Syariah melalui Program EPIKS

BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Inovasi keuangan syariah terus berkembang di Provinsi Lampung. Melalui program Ekosistem Pesantren Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), santri kini dapat menabung hasil dari pengelolaan sampah ke dalam rekening SimPel Syariah. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Senin (20/10/2025)

“Sinergi antara rekening SimPel syariah dan bank sampah ini adalah inovasi yang luar biasa. Santri tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar menabung, mengelola keuangan, dan berkontribusi pada ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” ujar Otto, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam peluncuran program tersebut.

Wakil Gubernur Lampung yang diwakili oleh Ibu Rinvayanti menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, karena merupakan provinsi dengan jumlah pondok pesantren terbesar kedua di Sumatera, yaitu sebanyak 1.196 lembaga.

“Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga keuangan syariah, dan pesantren dalam memberdayakan masyarakat melalui sistem ekonomi yang adil, etis, dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira Bastian mengapresiasi dukungan OJK dan BSI yang telah membuka 600 rekening pelajar bagi para santri.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat semangat kemandirian dan literasi keuangan syariah di kalangan santri serta mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, menyambut baik program EPIKS ini. Ia menjelaskan, santri di Al-Hidayat tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan kewirausahaan seperti membuat roti, meracik kopi, hingga mengelola pertanian.

“Dengan adanya program ini, kami berharap pengelolaan sampah di pesantren dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membentuk karakter santri yang mandiri dan produktif,” tuturnya.

Melalui peluncuran program EPIKS ini, OJK mempertegas komitmennya untuk mendorong keuangan syariah sebagai pilar penting inklusi keuangan nasional. Pesantren diharapkan menjadi pusat penggerak ekonomi umat dan agen perubahan menuju masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan cerdas finansial. (Rls/RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Share via
Copy link