Dinas Kesehatan Kota Lakukan Upaya Pengendalian Kenaikan Kasus DBD

BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID -Kepala Dinas Kesehatan kota Bandarlampung, Muhtadi mengimbau masyarakat untuk waspada dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan seperti saat ini. Hingga Juli 2025 Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 309 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di kota Bandarlampung.

“Pada bulan Januari 2024 tercatat 59 kasus, Februari 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus
, Mei 42 kasus , Juni 31 kasus , Juli 26 kasus jadi total keseluruhan mencapai 309 kasus,” ungkap Muhtadi saat ditemui ruangberita.co.id di ruang kerjanya.

Muhtadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pengendalian kenaikan kasus DBD antara lain dengan

  1. Memberikan Penyuluhan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M-Plus secara serentak dan selektif di Puskesmas bekerja sama dengan lintas sektor kita juga sudah melakukan
  2. Koordinasi seluruh Rumah Sakit penanganan kasus DBD
  1. Penyelidikan epidemiologi setiap kasus ditemukan
  2. Pembagian bubuk abate ke masyarakat
  3. Fogging
  • Fogging Kasus bila dilaporkan adanya kasus DBD
  • Fogging Fokus pada daerah endemi secara berkala
  • Fogging Massal secara serentak dan selektif waktu tentatif di setiap Kelurahan wilyah kerja Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

6. Survey Kewaspadaan Dini KLB

Ia menjelaskan, PSN 3M Plus adalah langkah utama dalam mencegah penyebaran DBD. Warga diminta Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Sementara “Plus” mengacu pada berbagai tindakan tambahan, seperti menggunakan obat nyamuk, memasang kelambu serta meningkatkan daya tahan tubuh.

” Menguras disini dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air minimal 1 minggu sekali, seperti: ember air, bak mandi, penampungan air minum, penampung air lemari es, tong air, dan lain-lain.Menutup rapat tempat penampungan air serta Mendaur Ulang Barang Bekas atau memanfaatkan kembali barang bekas. Hal tersebut karena barang bekas dapat berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penular DBD,”jelasnya.

Sementara itu, Plus pada metode 3M Plus tersebut dimaksudkan untuk melakukan segala bentuk kegiatan pencegahan yang lain seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  2. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  3. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  4. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah
  5. Menggunakan anti nyamuk lotion/semprot bila diperlukan
  6. Memasang kasa penghalau nyamuk
  7. Gunakan pakaian tertutup saat keluar rumah
  8. Pangkas dan bersihkan tanaman liar pekarangan rumah

Dalam kesempatan ini, Muhtadi juga memberikan himbauan Jika terdapat anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala DBD, bisa melakukan beberapa beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, yakni :

  1. Tirah baring (bedrest)
  2. Perbanyak minum air minimal 2 liter per hari
  3. Kompres hangat
  4. Berikan obat pereda demam, jika demam tinggi
  5. Jika dalam 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti tampak lemas, muntah-muntah, mimisan, pendarahan gusi, dan sebagainya segeralah dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut. (Din/LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Share via
Copy link