BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Way Rilau Kota Bandar Lampung mencatat adanya lonjakan permohonan pelanggan baru hingga mencapai kisaran 10 persen selama musim kemarau tahun ini. Senin (17/8/2026).
Keringnya sumber air mandiri atau sumur bor warga membuat masyarakat berbondong-bondong beralih ke layanan air bersih milik pemerintah daerah.
Alih-alih menyurutkan minat, situasi cuaca kering justru memicu peningkatan jumlah pelanggan baru, termasuk permintaan sambungan dari area perumahan dan proyek strategis.
Plt Direktur Umum Perumda Way Rilau, Zulkifli, membenarkan adanya tren kenaikan yang signifikan tersebut. Lonjakan permintaan sambungan baru ini tidak hanya berasal dari kawasan pemukiman padat penduduk yang sudah ada (existing), tetapi juga didominasi oleh kompleks perumahan baru.
“Untuk persentase kenaikan jumlah pelanggan di musim kemarau ini ada di kisaran 10 persen. Banyak perumahan-perumahan baru yang minta diakomodir menjadi pelanggan Perumda Way Rilau,” ujar Zulkifli saat memberikan keterangan, Senin (17/8/2026).
Menurut Zulkifli, peningkatan minat warga ini juga terlihat jelas pada area proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Cuaca panas yang berkepanjangan membuat warga sadar bahwa mengandalkan jaringan pipa PDAM jauh lebih stabil dan terjamin kualitasnya dibanding sumur bor rumahan saat kemarau tiba.
“Masyarakat di kawasan KPBU juga banyak sekali yang mengajukan permohonan. Justru di suasana kemarau seperti sekarang ini permintaan masyarakat malah semakin meningkat tajam,” lanjutnya.
Mengenai detail rincian data angka dan sebaran wilayah pertumbuhan pelanggan tersebut, pihaknya menyatakan bahwa data teknisnya saat ini sedang dirapikan oleh tim internal di kantor pusat.
“Untuk data dan angka pastinya, ya nanti bisa langsung dicek atau konfirmasi ke kantor aja,” pungkas Zulkifli.
Kendati terjadi peningkatan volume operasional, manajemen memastikan kapasitas layanan dan ketersediaan air tetap prima guna mengimbau dan memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan baru maupun lama di Bandar Lampung. (Din/LN)
