BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Dalam upaya mendekatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merespon tantangan lokal secara tepat sasaran, UPT Puskesmas Kampung Sawah, Kota Bandar Lampung, telah menghadirkan berbagai inovasi yang berbasis masalah nyata di lapangan.
Saat ditemuin ruangberita.co.id Kepala puskesmas Kampung Sawah dr Intan Kusuma Dewi menyampaikan inovasi ini muncul dari semangat kolaboratif lintas sektor, pendekatan promotif-preventif, serta kepedulian mendalam terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, remaja, dan pasien penyakit menular.
“Melalui inovasi-inovasi ini, Puskesmas Kampung Sawah menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari akar rumput yaitu dari puskesmas,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr Intan menyampaikan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui inovasi yang aplikatif, edukatif, dan kolaboratif, dengan menitikberatkan pada pencegahan, skrining dini, serta pendekatan keluarga dan komunitas.
“Inovasi-inovasi ini adalah cerminan nyata dari semangat reformasi layanan primer di tingkat lokal. Puskesmas Kampung Sawah telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan kreatif, partisipatif, dan kontekstual, pelayanan kesehatan dapat lebih responsif, efektif, dan bermakna bagi masyarakat,” ungkapnya.
Diketahui 10 inovasi yang menjadi cerminan nyata dari semangat reformasi yang berminfaat bagi masyarakat sekitar adalah sebagai berikut :
- INTEL TB (Investigasi dan Telusur TB)
Tujuan: Mengoptimalkan penemuan kasus TB melalui pelacakan aktif dan investigasi kontak.
Manfaat: Deteksi dini TB, mencegah penularan, dan meningkatkan tuntas pengobatan.
- GALAKSI DBD (Gerakan Bersama Lintas Sektor Atasi DBD)
Tujuan: Menggerakkan keterlibatan semua sektor dalam pengendalian demam berdarah.
Manfaat: Menurunkan angka kejadian DBD melalui pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
- JEJAMA H2S (Jejaring Bersama Mengatasi HIV, Hepatitis, dan Sifilis)
Tujuan: Meningkatkan penemuan kasus dan akses layanan bagi penderita penyakit infeksi menular seksual.
Manfaat: Mengurangi stigma, meningkatkan kesadaran, dan menurunkan transmisi penyakit.
- MENARIK BECAK (Mari Kenali dan Periksa Cek Dahak)
Tujuan: Mendorong skrining aktif TB secara sederhana dan menyenangkan.
Manfaat: Partisipasi warga meningkat, deteksi TB lebih cepat, pengobatan lebih tepat.
- BIDADARI CANTIK (Bidan Dokter Skrining Kanker Serviks)
Tujuan: Meningkatkan deteksi dini kanker serviks melalui kerja sama lintas profesi.
Manfaat: Penurunan morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks.
- PASSCODE (Pasien Aktif Scan Barcode)
Tujuan: Digitalisasi pelayanan untuk mempercepat akses dan efisiensi data pasien.
Manfaat: Administrasi pelayanan lebih cepat dan akurat, serta meningkatkan kenyamanan pasien.
- TAPIS BERSERI (Tablet Besi Penuhi Nutrisi Ibu Sembilan Puluh Hari Bersama Suami)
Tujuan: Meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah melalui dukungan suami.
Manfaat: Menurunkan anemia ibu hamil, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
- GAS SIKAT KTR (Gerakan Ayo Semangat Sehat dengan Kendali dan Taati Kawasan Tanpa Rokok)
Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap kawasan tanpa rokok.
Manfaat: Lingkungan sehat, pencegahan penyakit kronis akibat rokok.
- ASIKIN AJA (Ayo Kita Skrining Jiwa dari Remaja)
Tujuan: Menjangkau kesehatan jiwa remaja melalui pendekatan preventif.
Manfaat: Remaja lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental, risiko gangguan jiwa dapat dicegah.
- HEBOH KAMPUS (Home Care Bersama Kampung Sawah)
Tujuan: Memberikan layanan kesehatan rumah kepada masyarakat kampus dan sekitarnya.
Manfaat: Akses layanan lebih mudah, monitoring kesehatan kelompok rentan lebih optimal. (Din)
