BANDARLAMPUNG, RUANGBERITA.CO.ID – Peringatan hari jadi ke-3 Maheswari Project yang digelar pada Jumat malam (23/10/2026) di Angkringan Selaw menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekosistem musik lokal. Dalam acara tersebut, Maheswari Project menegaskan komitmennya untuk menjadi ekosistem dan wadah pemersatu bagi para musisi di Provinsi Lampung agar karya seni mereka dapat terus bertumbuh di era digital.
Selama ini, banyak karya berkualitas dari musisi Lampung yang belum mendapat perhatian luas akibat keterbatasan panggung publikasi dan kurasi. Menjawab tantangan tersebut, Maheswari Project memosisikan diri sebagai ekosistem yang menjalankan tiga peran strategis, yaitu sebagai jembatan industri musik nasional, arsip budaya lokal, hingga menjadi penggerak ekonomi kreatif bagi UMKM sekitar.

CEO Fonder Maheswari Project, Firman, menyampaikan bahwa kehadiran wadah ini sangat krusial di era digital agar anak-anak kreatif dan musisi, khususnya di Lampung, memiliki ruang untuk mengenalkan karya seni musik mereka ke tingkat yang lebih tinggi.
“Supaya musisi Lampung ini jika mempunyai karya bisa naik dan di-up, mengingat ini era digital. Saya Firman di sini bersama rekan saya, Dodi, bergerak bersama supaya wadah ini berjalan,” ujar Firman di sela-sela acara.

Sejalan dengan hal tersebut, penggerak Maheswari Project, Dodi menjelaskan bahwa Maheswari Project memanfaatkan platform podcast dan media sosial sebagai alat utama untuk mendorong band atau musisi lokal agar bisa menembus jenjang nasional. Tidak hanya sekadar mempublikasikan karya, wadah ini juga fokus mendampingi para musisi dari sisi manajerial.
“Kita menggandeng untuk legalitasnya, karena sekarang label itu tidak terlalu mengikat, yang penting adalah management-nya. Untuk di podcast sendiri saat ini sudah ada sekitar 50 band dari Lampung yang bergabung, dengan tujuan utama agar mereka bisa go nasional,” ungkap Dodi.
Melalui perayaan ini, seluruh elemen musik di Lampung diajak untuk mengedepankan prinsip kolaboratif ketimbang kompetitif agar ekosistem ini menjadi rumah yang netral bagi semua genre. Lewat sinergi yang kuat antara musisi, media, dan manajemen yang baik, Lampung diharapkan mampu bertransformasi menjadi Gerbang Musik Sumatera. (Din/LN)
