BANDARLAMPUNG, RIANGBERITA.CO.ID – oritas Jasa Keuangan (OJK)
Provinsi Lampung mendorong mahasiswa untuk memahami investasi secara
cermat, rasional, dan sesuai dengan profil risiko. Pesan tersebut disampaikan
dalam Seminar Nasional KSPM FAIR 2026 yang diselenggarakan bersama
Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Lampung (FEB Unila) sebagai bagian dari rangkaian Bulan
Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Kegiatan ini turut mencatat pembukaan 923 rekening saham bagi mahasiswa baru FEB Unila. Perrluasan Akses Perlu Diiringi Pemahaman Investasi
Mengusung tema “Redefining Winning Investment in the Evolving Financial
Landscape”, seminar ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas
wawasan mengenai pasar modal, perkembangan instrumen investasi, serta
pentingnya pengelolaan risiko di tengah perubahan lanskap keuangan.
Kepala OJK Provinsi Lampung melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga
Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Lampung, Indah Puspitasari, dalam
sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia KSPM FEB Unila yang
konsisten bersama OJK Lampung menyelenggarakan KSPM FAIR sebagai
agenda tahunan berskala nasional. Dalam sambutan tersebut ditekankan
bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi
keuntungan, tetapi juga oleh pemahaman terhadap instrumen, risiko, dan
tujuan keuangan.
Pembukaan rekening saham menjadi salah satu bentuk perluasan akses
terhadap pasar modal. Namun, akses tersebut perlu diikuti pemahaman yang
memadai agar mahasiswa dapat menilai informasi, mempertimbangkan
risiko, dan mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab.
Literasi Keuangan Perlu Diiringi dengan Perluasan Akses Keuangan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026,
indeks inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai
92,76%, sedangkan indeks literasinya sebesar 62,72%. Kondisi ini
menunjukkan pentingnya penguatan edukasi agar akses terhadap produk
dan layanan keuangan diiringi pemahaman yang memadai.
Bagi generasi muda, peningkatan literasi menjadi semakin relevan seiring
dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan digital dan
informasi investasi. Mahasiswa perlu membangun kebiasaan memeriksa
informasi dari sumber tepercaya, memahami karakteristik produk, serta
menyesuaikan keputusan keuangan dengan tujuan dan kemampuan
masing-masing.
OJK Ingatkan Generasi Muda Menerapkan Prinsip 2L
OJK mengingatkan generasi muda agar mewaspadai pinjaman daring ilegal,
investasi ilegal, dan penipuan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan maupun mengambil
keputusan investasi, masyarakat diimbau menerapkan prinsip 2L, yaitu
Legal dan Logis.
Legal berarti memastikan penyedia produk atau layanan memiliki izin dari
OJK atau otoritas yang berwenang sesuai bidangnya. Logis berarti
mencermati kewajaran penawaran, termasuk manfaat dan potensi
keuntungan yang dijanjikan serta risiko yang mungkin timbul. Pemahaman
tersebut penting agar keputusan keuangan tidak hanya didasarkan pada
ajakan, tren, atau iming-iming keuntungan.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unila, Dr. Neli Alda,
S.E., M.Si., yang mewakili Dekan FEB Unila, turut menekankan pentingnya
memperbarui pengetahuan investasi dan memahami risiko sebelum
mengambil keputusan. Mahasiswa juga didorong membiasakan diri
menabung, mengelola pengeluaran sesuai kemampuan, serta aktif mencari
informasi dan belajar secara mandiri agar dapat mengelola keuangan secara
bijak.
KSPM FAIR 2026 Perkuat Edukasi Pasar Modal bagi Generasi Muda
Selain seminar nasional, KSPM FAIR 2026 menghadirkan berbagai kegiatan,
antara lain Brain Olympic Competition, StockLeague Competition, lomba esai,
poster digital, tari modern, serta bazar UMKM yang mendukung penggunaan
QRIS. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk
mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan pengalaman praktis.
Melalui BIK 2026, OJK Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan
perguruan tinggi, pelaku industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan
untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Upaya ini diharapkan
dapat mendorong generasi muda memanfaatkan produk dan layanan
keuangan secara bijak, memahami risiko, serta mengambil keputusan
keuangan secara bertanggung jawab.
Melalui rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026, OJK Provinsi Lampung
terus mendorong sinergi dengan perguruan tinggi, industri jasa keuangan,
dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas literasi dan inklusi
keuangan. Upaya ini diharapkan dapat membantu generasi muda
memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat, memahami
risiko, serta mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.
Penguatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perluasan
akses. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan tidak
hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu menilai
pilihan secara kritis dan membangun kebiasaan keuangan yang sehat. (Rls/RB)
